Kisah teladan islami kali ini dengan kisah jenazah di alam kubur.
Setelah jenazah dimakamkan, hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi, dia
akan mendapat nikmat kubur atau siksa kubur. Nah, salah satu yang bisa
menyelamatkan siksa kubur ini adalah Surat Al Mulk. Jadi setiap orang
yang rajin membaca surat Al Mulk maka dia nantinya akan selamat dari
siksa kubur.
Bagaimana kisahnya, apakah ada yang sudah pernah mengalami. Tentunya berbagai riwayat dan hadits yang mengisahkan.
Berikut Kisahnya.
Setiap orang akan mengalami yang namany mati, yaitu berpisahna ruh dari
tubuhnya, ia kan berada di alam Barzakh atau alam kubur. Dan alam kubur
ini adalah salah satu fase yang harus dialami oleh setiap ruh manusia.
Adalah Sayid Sabiq dalam kitabnya Al Aqaidul Islamih menyatakan bahwa
alam kubur adalah lebih luas daripada alam dunia. Perbandingannya antara
alam kubur dan alam dunia adalah sebagaimana berpandingan antara alam
dunia sekarang dengan alam kandungan ibu.
Selama seseorang berada dalam alam kubur, maka ia akan merasakan
berbagai macam peristiwa di dalam kuburnya. Mulai dari pertanyaan
Malaikat Munkar dan Nakir hingga pada siksa dan kenikmatan kubur.
RUMAH FITNAH.
Syekh Al Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyatakan bahwa kubur dapat berkata kepada si mayit.
Rasulullah SAW bersabda,
"Kubur itu berkata kepada si mayit ketika mayat itu dimasukkan ke
dalamnya. 'Kasihan engkau wahai anak Adam! Apakah yang memperdayakan
engkau dengan aku? Apakah engkau tidak tahu bahwa aku ini rumah fitnah,
rumah gelap, rumah terpencil dan rumah ulat? Apakah yang memperdayakan
engkau dengan aku, karena engkau melewati aku dengan sikap fadzdzadz yaitu maju selangkah dan mundur (sikap ragu-rahu)."
Dari Abdullah bin Ubaid bin Umar ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda
bahwasanya mayat itu duduk dan mendengar langkah pengunjungnya. Maka
tiada sesuatu yang berkata kepada mayat selain kuburnya yang berbicara,
"Kasihan engkau wahai anak Adam! Bukankah engkau telah diperingatkan
tentang aku, sempitku, huru-haraku dan ulatku? Maka apakah yang kamu
persiapkan untukku?"
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyebut salah satu yang bisa
menyelamatkan dari siksa kubur adalah Surat Al Mulk. Orang yang semasa
hidupnya selalu membaca Surat Al Mulk akan selamat dari siksa kubur.
SABDA Rasulullah SAW.
Pernah suatu ketika sahabat Rasulullah SAW mendirikan kemahnya di atas
kuburan, akan tetapi sahabat tersebut tidak menyadari bahwa ia berda di
atas tanah kuburan. Sahabat itu tiba-tiba saja mendengar dari kubur
suara manusia yang sedang membaca surat Al Mulk. Suaranya sungguh merdu
dan enak didengar hingga suara itu telah mengkhatamlam surat Al Mulk.
Ketika Rasul SAW datang, sahabat bertanya,
"Aku telah mendengar seseorang sedang membaca surat Al Mulk dengan jelasnya dari dalam kubur."
Rasulullah SAW bersabda,
"Dialah yang menghalangi, dialah yang menyelamatkan, dapat menyelamatkan dari siksa kubur."
Mengenai fadhilah atau keutamaan dari membaca surat Al Mulk ini, Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya ada sat surat yang terdiri dari 30 ayat, surat itu dapat
membela orang yang selalu membacanya hingga ia diampuni, yaitu Tabarakalladzi biyadihil mulk."
Surat Al Mulk adalah surat ke-60, terdiri dari 30 ayat dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyah.
Ayo sahabat yang seiman, mumpung masih ada waktu segera usahakan membaca
surat Al Mulk setiap hari, karena begitu besar khasiatnya di alam kbur
nanti.
Berikut Surat Al Mulk 67: 1-30:
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ١
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ٢
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ
طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ
الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ ٣
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ٤
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا
بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا
لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ٥
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ٦
إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ٧
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ٨
قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ
فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ
إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ ٩
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ١٠
فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لأصْحَابِ السَّعِيرِ ١١
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ١٢
وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ١٣
أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ١٤
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ١٥
أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ١٦
أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ١٧
وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ١٨
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ
فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا الرَّحْمَنُ
إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ ١٩
أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلا فِي غُرُورٍ ٢٠
أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ ٢١
أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمْ مَنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ٢٢
قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ ٢٣
قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الأرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ٢٤
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ٢٥
قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ ٢٦
فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ ٢٧
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٨
قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ ٢٩
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ ٣٠
Artinya:
1. Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
2. yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di
antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun,
3. yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang
tidak seimbang?
4. kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali
kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun
dalam Keadaan payah.
5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan
bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar
syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
6. dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
7. apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,
8. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali
dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga
(neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada
kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
9. mereka menjawab: "Benar ada", Sesungguhnya telah datang kepada Kami
seorang pemberi peringatan, Maka Kami mendustakan(nya) dan Kami katakan:
"Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam
kesesatan yang besar".
10. dan mereka berkata: "Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan
(peringatan itu) niscaya tidaklah Kami Termasuk penghuni-penghuni neraka
yang menyala-nyala".
11. mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak
nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang
besar.
13. dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati.
14. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu
lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
15. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di
segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya
kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit
bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan
tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
17. atau Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di
langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu
akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
18. dan Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka Alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.
19. dan Apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang
mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? tidak ada yang
menahannya (di udara) selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha
melihat segala sesuatu.
20. atau siapakah Dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu
selain daripada Allah yang Maha Pemurah? orang-orang kafir itu tidak
lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
21. atau siapakah Dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan
rezki-Nya? sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan
menjauhkan diri?
22. Maka Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih
banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas
jalan yang lurus?
23. Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati". (tetapi) Amat sedikit kamu
bersyukur.
24. Katakanlah: "Dia-lah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan".
25. dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada
sisi Allah. dan Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan
yang menjelaskan".
27. ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka
orang-orang kafir itu menjadi muram. dan dikatakan (kepada mereka)
Inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
28. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan
orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada Kami,
(maka Kami akan masuk syurga), tetapi siapakah yang dapat melindungi
orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?"
29. Katakanlah: "Dia-lah Allah yang Maha Penyayang Kami beriman
kepada-Nya dan kepada-Nya-lah Kami bertawakkal. kelak kamu akan
mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".
30. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi
kering; Maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?".
Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Juli 2013
Minggu, 28 Juli 2013
Siasat Iblis Mengganggu Orang Puasa
Allah SWT telah memerintahkan seorang malaikat untuk menemui Iblis agar dia menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya.
Maka malaikat pun menjumpai iblis dan berkata,
"Wahai iblis, Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah agar engkau menghadap Rasulullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu, engkau jawab dengan sebenar-benarnya dan apapun yang ditanya Rasulullah. Jika engkau berdusta walau hnaya satu perkataan, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras."
Mendengar ucapan malaikat yang dahsyat itu, iblis sangat ketakutan.
Maka segeralah dia menghadap Nabi Muhammad SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih sepuluh helai, panjangnya seperti ekor lembu.
Pengakuan Iblis.
Iblis pun memberi salam.
Namun sampai tiga kali tidak juga dijawab oleh Nabi.
"Ya Rasulullah SAW, mengapa engkau tidak menjawab salamku, bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" kata iblis.
"Hai seteru Allah, kenapa engkau menunjukkan kebaikanmu, janganlah engkau mencoba menipuku, sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s. Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah, hanya saja aku diharamkan Allah membalas salammu," ujar Rasulullah SAW dengan meyakinkan.
"Ya Rasulullah SAW, janganlah engkau marah. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu tipu dayaku terhadap umatmu," aku iblis kepada Nabi.
Beberapa saat kemudian Rasulullah SAW mengajukan beberapa pertanyaan.
Nabi berkata,
"Jika umatku berpuasa karena Allah SWT, bagaimana keadaanmu?"
Mendengar pertanyaan itu, tubuh iblis ketakutan.
Kemudian ia menjawab,
"Ya Rasulullah, inilah bencana yang paling besar bahayanya untukku," jawab iblis.
"Apa maksudmu?" tanya Rasulullah SAW.
"Apabila masuk bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy. Bagi orang yang berpuasa, Allah SWT akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar, serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa," jawab iblis.
"Lantas apa yang kau resahkan?" tanya Nabi SAW.
"Yang menghancurkan hatiku adalah malaikat dan semua isi alam yang siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa," jawab iblis lagi.
Sasaran Iblis dalam Bulan Puasa.
"Jika memang demikian, apa yang akan engkau lakukan kepada umatku?" tanya Rasulullah SAW.
"Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama adalah ulama yang memberi nasehat kepada manusia. Yang kedua, umat Anda yang sabar, syukur, dan ridha dengan karunia Allah SWT,"ujar iblis.
"Lalu siapakah yang ketiga dari umatku itu?" tanya Nabi SAW.
"Yang ketiga dari umatmu seperti Fir'aun. Terlampau sombong dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka aku pun bersuka cita. Kemudian aku masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke mana saja sesuai kehendakku. AKu membuat dia senang kepada dunia, umatmu yang ketiga itu akan melupakan ibadah, tidak mengeluarkan zakat," kata iblis.
"Lalu apa siasatmu dalam mengganggu golongan umatku yang ketiga itu?" tanya Nabi SAW.
"Aku menggodanya agar minta kaya dulu, setelah kaya ia akan sombong dan lupa beramal. Jika demikian, umatmu itu akan saling berebut harta, saling benci dan menghina kepada yang miskin. Jika demikian, tinggal menunggu kehancurannya," jelasiblis.
Setelah mengerti akan tipu daya iblis itu, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar menjalankan ibadah puasa dengan penuh harap dan ridha kepada Allah SWT. Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang benar-benar ikhlas dan tulus dalam berpuasa.
Kamis, 25 Juli 2013
Kisah Menteri Yang Berkata Baik
AKU PERCAYA BAHWA KETENTUAN ALLAH
ITU BAIK
Islam itu memang
indah, maka ketahuilah tentang Keindahan Islam yang bermuara pada karakteristik
Islam itu sendiri.
“Sungguh
menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan
itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan
ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia
bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” (HR Muslim).
“Ketentuan Allah Adalah Baik”.
“ Setiap perkara
yang berlaku pasti ada hikmahnya” dan
“Setiap
ketentuanNYA juga adalah yang terbaik buat hamba-hambaNYA”
Ada sebuah kisah
tentang seorang menteri yang selalu menjawab ‘baik’ setiap kali ditanya
pendapatnya tentang sesuatu.
Pada suatu hari,
menteri ini menghadiri acara makan malam bersama raja. Ketika sedang memotong
buah, raja dengan tidak sengaja telah mencederakan jari telunjuknya sendiri.
Pisau yang dia gunakan untuk memotong buah telah menyebabkan jari telunjuknya
terpotong dan merasakan kesakitan. Raja pun bertanya kepada menteri yang duduk
di sebelahnya tentang kejadian yang baru saja dialaminya.
“Ini adalah
Baik, untuk sang raja.” Jawab menteri itu tanpa keraguan.
“Apa? Kamu
katakan ini baik?” Raja terperanjat dengan jawapan itu.
“Ya, wahai
raja. Itu baik.”
Raja sangat
marah dengan jawaban itu. Mana mungkin jarinya yang luka parah seperti itu
dianggap menterinya sebagai hal yang baik? Maka dia memerintahkan menteri itu ditangkap
dan dimasukkan ke dalam penjara.
Kemudian raja
mengunjungi menterinya di penjara dan bertanya padanya,
“Sekarang,
apa pendapatmu tentang keadaaanmu sendiri, yang sekarang berada di dalam
penjara seperti ini?”
“Ini juga
Baik untukku , wahai raja.” Jawab menteri itu tanpa ragu-ragu.
Mendengar
jawapan itu, raja menjadi semakin marah dan segera meninggalkan menterinya
sendirian di dalam penjara. Dia merasakan menterinya itu sangat bodoh dan
keterlaluan dalam memberikan pendapat.
Beberapa hari
kemudian, raja pergi berburu di dalam hutan dan ditemani menterinya yang lain.
Mereka pun berangkat dengan kuda menuju ke hutan. Oleh karena menteri yang baru
tidak biasa dengan cara raja menunggang kuda, akhirnya dia tertinggal jauh di
belakang. Mereka terpisah dan akhirnya raja sendiri tersesat di dalam hutan.
Bukan hanya tersesat, raja juga ditangkap oleh sekumpulan penyembah berhala
yang tinggal di dalam hutan itu.
Raja tersebut
ditahan oleh para penyembah berhala dan ditetapkan oleh mereka sebagai korban
untuk berhala mereka. Mereka melakukan upacara selama tujuh hari dan pada hari
ketujuh mereka membawa raja ke tempat persembahan.
Saat raja sudah
siap untuk dikorbankan, mereka melihat jari telunjuk raja terpotong, lalu
mereka menjadi ragu untuk mengorbankan raja.
“Kita hanya
mempersembahkan yang terbaik dan sempurna pada berhala kita.” Kata ketua
suku yang memimpin upacara tersebut. “Orang ini jari telunjuknya terpotong,
jadi dia tidak layak untuk dijadikan korban,”
Oleh karena itu
mereka melepaskan raja tersebut dan beliau kembali ke kerajaannya dengan
perasaan yang gembira.
Selang beberapa
hari selepas peristiwa itu, raja teringat akan kata-kata menteri yang telah
membuatnya marah ketika jarinya terpotong. Dia segera ke penjara dan berkata
kepada menteri itu, “Apa yang kamu katakan waktu jari saya terpotong memang
betul. Itu memang hal yang baik.”
Lalu raja
menceritakan apa yang telah dialaminya hingga dia akhirnya selamat dari ancaman
kematian.
Namun sang raja
belum paham perkataan dan maksud sang menteri tentang penjeblosannya ke dalam
penjara bahwa itu juga hal yang baik untuk dirinya. Lalu sang raja pun
menyanyakannya.
“ Wahai
menteriku, engkau telah mengatakan bahwa jariku terpotong adalah baik dan itu
telah terbukti, namun bagaimana denganmu yang mengatakan bahwa penjara ini baik
untukmu..?? “
Akhir Menteri
itu tersenyum sambil berkata, “Saya berada dalam penjara ini juga baik
kerana jika saya pergi dengan raja pada hari itu, saya juga turut tertangkap.
Tentu saya akan dijadikan korban sebagai penngganti sang raja kerana anggota
tubuh saya lengkap dan tidak ada yang cacat.”
______________________________________________________________________
Kesimpulannya,
semua yang ditetapkan oleh ALLAH adalah yang terbaik walaupun kita mungkin
belum tahu atau tidak mengetahui kebaikan yang ada dibalik semua ketentuan
Allah yang di tetapkan untuk kita.
Maka
berprasangka baiklah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Semoga
bermanfaat.
Wallahua’lam.
Selasa, 23 Juli 2013
Sosok Teladan Umar bin Khattab RA
Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun
setelah kelahiran Rasulullah. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama
Khatamah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang
menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta
warna kulitnya coklat kemerah-merahan. Beliau dibesarkan di dalam
lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy.
Umar bin Khatab adalah salah satu
sahabat dekat Rasulullah SAW dan khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash shiddiq
r.a. Beliau termasuk dalam 10 orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah
SAW. Dijuluki sebagai Umar Al Faruq (sang pembeda) karena ketegasannya dalam
menegakkan kebenaran. Seorang yang keras namun berhati selembut salju,
administrator dan peletak landasan manajemen ekonomi negara yang cemerlang.
Semenjak menjadi khalifah hidup
sangat sederhana, meskipun kaya raya. Beliau hendak memberikan teladan
yang baik bagi kaum muslimin tentang konsep jabatan, harta dan zuhud
seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.Khalifah setelah Abu Bakar itu
dikenal sangat sederhana. Tidur siangnya beralaskan tikar dan batu bata di
bawah pohon kurma, dan ia hampir tak pernah makan kenyang, menjaga perasaan
rakyatnya. Padahal, Umar adalah seorang yang juga sangat kaya.
Ketika wafat, Umar bin Khattab
meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga
ladangnya sebesar Rp 160 juta—perkiraan konversi ke dalam rupiah. Itu berarti,
Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata
ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, berarti Umar mendapatkan
penghasilan Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar
sebulan (70.000x40juta).
Umar adalah khalifah yang sangat
mementingkan usaha dan kerja yang produktif. Ia menjadikan kerja sebagai bentuk
ibadah tertinggi. Ia pernah berpetuah: “Aku tetapkan kalian tiga bepergian:
berhaji, berjuang di jalan Allah, dan berunta demi mencari sebagian karunia
Allah.” Bahkan ia menganggap syahid seseorang yang meninggal dalam perjalanan
terakhir.
Suatu waktu, Umar menanyakan nafkah
seseorang yang tekun beribadah di masjid. Orang itu menjelaskan, “Aku memiliki
saudara yang mencari kayu. Lalu dia mendatangiku dan mencukupiku.” Lalu Umar
berkata, “Berarti, saudara engkau lebih beribadah daripada engkau.”
Masih soal kerja. Umar sering menasihati,
“Cukupilah dirimu, niscaya akan lebih terpelihara agamamu dan lebih mulia
dirimu.” Bukan saja menasihati, Umar juga mempraktekkannya setiap hari. Begitu
selesai sholat shubuh, Umar selalu bergegas menuju kebunnya di Juruf. Ia
berusaha mencukupi dirinya.
Umar memahami dengan baik arti
penting ekonomi umat. Salah satu buktinya, ia mengutamakan pembangunan pasar
dan masjid di daerah-daerah taklukan. Ia juga mengizinkan Utsman bin Abul Ash
mengelola lahan tidur. Ia juga kerap menasihati para pekerja dan pegawai agar
memiliki asset produktif yang dapat menghasilkan uang terus menerus. Umar juga
menjajak orang-orang untuk berdagang. Nasihatnya, “Berdagang itu merupakan
sepertiga harta.”
Umar sendiri memiliki 70.000
properti senilai triliunan rupiah. Namun begitulah Umar. Ia tetap saja
sangat berhati-hati. Harta kekayaannya pun ia pergunakan untuk kepentingan
dakwah dan umat. Tak sedikit pun Umar menyombongkan diri dan mempergunakannya
untuk sesuatu yang mewah dan berlebihan.
Menjelang akhir kepemimpinan Umar, Ustman
bin Affan pernah mengatakan, “Sesungguhnya, sikapmu telah sangat
memberatkan siapapun khalifah penggantimu kelak.” Subhanallah!
Kamis, 18 Juli 2013
Syahid Selepas Mengucapkan Syahadat
Suatu ketika tatkala Rasulullah s.a.w. sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba
terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit
telah datang menemui Baginda s.a.w..
Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah s.a.w. Amar ini berasal dari
Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang
terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya
yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia
orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab,
"Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak
akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar.
Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana
keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing
sendirian, hatinya sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang
benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia
segera menemui Rasulullah s.a.w. ,
menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan
perang di bawah pimpinan Rasulullah
s.a.w. . Pedangnya yang tajam ikut dibawanya.
Rasulullah
s.a.w. menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira, tambah
pula rela akan maju bersama Nabi
Muhammad s.a.w.. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini,
kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya
juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid
di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan
keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai
dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh
pengsan.
"Untuk apa ikut ke mari ya Amar?" Demikian tanya orang yang hairan melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalau mengikut sahaja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah s.w.t. akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi." Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat Illahi sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui Rasulullah s.a.w. , maka Baginda s.a.w. pun bersabda,: "Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith Rasulullah s.a.w. berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadap Allah s.w.t.."
"Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata
Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku
beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit." Demikianlah kisah seorang
yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan
lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam.
Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam
sehingga ia menemui Rasulullah s.a.w..
Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani.
Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang
syahid. Mati membela agama Allah s.w.t.
di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid.
Rasulullah s.a.w. menjamin
syurga bagi orang seperti Amar ini.
Langganan:
Postingan (Atom)




